Epilog

468 Kata

Qiana mencak-mencak tidak jelas di depan gerbang sekolah. Ternyata begini ya, kesalnya jadi pengurus MOS? Berarti ini yang Jordan rasakan dulu ketika ada peserta yang telat? Pagi tadi, ada satu peserta yang telat dan Qiana menghukumnya seaneh yang dulu ia terima.  Sial. Kenapa semuanya seakan berbalik padanya? Tapi, tidak apa. Karena pada kesempatan kali ini ia bisa membalas apa yang dulu pernah ia rasakan. Cewek itu melirik jam di pergelangan tangan. Sudah pukul dua siang. Kenapa Jordan belum juga menjemputnya? “Jordan mana, sih? Dia gak tahu apa kalau hari ini panas banget!” sungut Qiana sebal. Saat hendak mengambil ponsel di tas, sebuah seruan dari seseorang mencegah gerakannya.  “Hai, Kak Qia! Belum pulang?”  Qiana menoleh ketika namanya dipanggil. Ia menatap cowok kerempeng itu d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN