Dering telepon membuat Seira terbangun. Waktu beranjak siang tak membuat Seira membuka matanya. Semalam ia tidak bisa tidur karena mengingat semua kejadian yang ia lalui bersama Adrian. Semua terasa cepat dan tidak bisa ia hindari. Semalam adrian pulang jam sepuluh malam. Lelaki itu menunggu Seira sembari mengerjakan pekerjaan yang harus ia selesaikan. Adrian tidak akan meninggalkan Seira sebelum memastikan wanitanya baik-baik saja. Seira tersenyum melihat Adrian yang masih saja menghawatirkannya. Terlihat sekali bagaimana Adrian menjaga jarak darinya agar tidak lepas kendali. Seira hanya menikmati dan tertawa dalam hati. Adrian pasti benar-benar tersiksa saat mereka bersama. “Halo ... .” Suara Seira terdengar agak berat. “Seira, kamu baru bangun?” Suara dari seberang membuat Seira t

