Adrian masih berada di ruang meeting bersama Kevin. Lelaki itu masih saja meneliti satu persatu berkas yang harus ia pelajari. Matanya terlihat lelah, tetapi Adrian tetap saja tidak beristirahat. Kevin hanya menggeleng dan merasa ada yang aneh dengan bos sekaligus temannya itu. Biasanya lelaki itu tidak mau terlalu lama jika berjauhan dengan asisten pribadinya itu. “Bos, ini sudah sore, apa kamu masih mau di sini?” Kevin menutup berkas di depannya. Ia mulai merasa jenuh dan ingin segera pulang. “Kalau kamu mau pulang, pulanglah. Aku tidak akan memotong gajimu.” “Apa yang terjadi?” Adrian menutup berkasnya kesal. Lelaki di depanya menganggu konsentrasinya.”Apa maumu? Kalau kamu seperti ini akan aku potong bonus bulananmu.” Kevin tergelak tertawa, seharian ini Adrian terlihat uring-ur

