Aroma harum begitu pekat terasa dari arah dapur. Pagi sekali Seira bangun dan menyibukkan diri di dapur. Beberapa bahan makanan yang adrian bawa kemarin dieksekusi Seira pagi ini menjadi sebuah makanan. Ada sepotong daging, telur dan beberapa macam sayuran Seira olah menjadi menu orak-orak spesial yang menemani sarapan mereka bertiga. Semalam seira dan Aurel tidur di ranjang. Aurel terus saja mengigau memanggil mama dan papanya. Membuat Seira dan Adrian terjaga. Seira mendekap erat Aurel semalaman agar gadis kecil itu nyaman dan tidak mengingau. Sedangkan Adrian tidur di sofa berjaga-jaga jika terjadi sesuatu. Kondisi seira berangsur membaik setelah kedatangan Aurel. Hal itu membuat Adrian sangat senang karena tidak melihat Seira murung. “Hei, apa ini untukku?” Adrian melingkarkan tangan

