Seira terbangun dari tidurnya. Ia tak melihat siapa pun di kamar. Dua jam yang lalu ia tertidur dalam dekapan Adrian. Ia menggerayangi tubuhnya yang masih berpakaian lengkap. Beberapa jam yang lalu ia menyerahkan diri sepenuhnya, tetapi lelaki itu malah menolaknya. “Ternyata ia tidak melakukannya.” Seira tersenyum. Ia masih mengingat jelas saat sang Tuan muda mendekapnya lembut dan berusaha menenangkannya. Kala itu Seira belum bisa melupakan kejadian di kost-an yang hampir melecehkannya. “Seira, sebaiknya kamu istirahat.” Adrian mencoba beranjak. “Tetaplah di sini. Aku membutuhkanmu.” Seira mengeratkan pelukannya. Ia tak mau Adrian meninggalkannya sendiri. Melihat Seira yang masih ketakutan membuat Adrian membopong tubuh ramping Seira dan membaringkannya di tempat tidur. Seira masih

