“Pergi!” Seira mencoba mendorong kaki pria tambun itu, tetapi kekuatannya terasa lemah. Bayu tertawa melihat usaha Seira yang sia-sia. Lelaki itu justru semakin mendekat. Merangkak dan mendekatkan tubuhnya. Tubuh wanita di bawahnya terkunci. Ia masih berusaha lepas, tetapi terasa percuma. “Semakin kamu melawan akan membuatku semakin tertantang untuk menaklukkan kamu sayang.” Tangan Bayu membelai pipi Seira yang tirus. Mata Bayu terlihat tak sabar. Ia telah menunggu kesempatan ini selama berbulan-bulan. Sudah lama ia mengamati Seira secara sembunyi-sembunyi. Gadis itu memikat hatinya sudah sejak pertama kali. Ia tak punya kesempatan karena sang istri selalu mengawasi gerak-geriknya semenjak skandal perselingkuhannya dengan salah satu anak kost terbongkar. Naluri lelaki Bayu begitu besar

