Adrian dan Seira semakin hari semakin dekat. Lelaki itu tak membiarkan Seira mempunyai waktu luang untuk bersama Aldo. Ia sengaja mulai menunjukkan sikap possesivenya dengan menjemput dan mengantar Seira. Asistennya itu tak punya alasan lagi untuk menolaknnya. Seira terpaksa beralasan agar Aldo tidak menjemputnya. Beruntungnya calon suaminya itu tidak mempermasalahkannya. Lelaki itu sengaja membiarkan Seira untuk terus membohonginya. Ia hanya ingin tahu sejauh mana Seira akan menyimpan kebohongannya di balik Aldo. Beberapa kali Aldo menemui Seira di tempatnya, tetapi Seira belum pulang. Bahkan ponselnya akan susah dihubungi saat jam pulang kantor. “Do, kamu kenapa? Kamu nggak jadi ajak Seira ke rumah? Ibu sudah tidak sabar untuk membicarakan tanggal pernikahan kalian.” “Seira masih

