Marah

1864 Kata

Seira masih terdiam duduk di depan Aldo. Lelaki sederhana itu masih saja melahap makanan di depannya. Ia menghabiskan makanan yang ia pesan di sebuah restoran cepat saji dekat kantor baru Seira. Bertemu dengan Aldo tak membuat Seira tenang. Ia merasa gelisah memikirkan Adrian. Bagaimana perasaan lelaki itu saat melihat Aldo menghampririnya. Semua berlalu begitu cepat, Aldo langsung menarik Seira pergi dari hadapan Adrian tanpa menyapanya terlebih dahulu. Ini sama persis dengan kejadian saat Adrian membawa paksa Seira ketika Aldo menjemputnya di Kost-an. Seira tak bisa berbuat apapun. Adrian terlihat kecewa melihat kepergian Seira dengan Aldo. Bayangan ekspresi Adrian terlihat begitu jelas dalam pikiran Seira. Lelaki itu tampak kesal dan hanya terdiam melihat kepergian Seira dengan Aldo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN