Seira masih duduk berhias di depan cermin. Wajahnya terlihat berbinar pagi ini. Semalam tidurnya begitu nyenyak. Sepeninggal Adrian ia langsung memejamkan mata untuk istirahat. Satu minggu yang menyenangkan telah ia lewati. Kini saatnya mulai beraktivitas seperti biasanya menghadapi teman sekantornya yang pasti memandangnya dengan tatapan curiga. Apalagi Lucas, lelaki pendek itu akan usil mengurusi urusan pribadinya dengan Adrian. Wanita berkulit puih itu menyelesaikan riasan pada wajahnya. Ia segera mengambil tas dan mencari ponselnya. Ia baru teringat jika harus memberi kabar ibunya tentang kepindahannya di tempat yang baru. Ia tidak ingin membuat ibunya khawatir dan memaksanya untuk tinggal bersama ibunya Aldo. Selain itu, Seira pun berinisiatif akan memberi Adrian sejumlah uang untuk

