Putriku

1570 Kata

“Mas?” Sekar ke luar dengan membawa tas yang tak cukup besar, mbok Jum juga berada di belakangnya, siap untuk berangkat ke rumah tuan Gimin bersama dengan Danuri. Membuat jiwa yang tadinya melayang kembali dengan cepat ke dalam raga yang tengah kosong. Panggilan merdu dari sosok yang begitu dicinta, mampu menyadarkan bimbang dan mabuk akan hal yang terasa fana. Mata yang tadinya kosong tak terisi cahaya, kini bisa mengedip hanya dengan satu suara terlontar dengan tak terlalu keras. 'Sep.' Bukan hanya Danuri yang waras, bahkan kanjeng Kaseni pun langsung memelototkan matanya melihat kenyataan di depannya saat ini. Dengan cepat melepaskan lengan Danuri dan mengambil jarak dengan menyandarkan punggungnya, tak mau putrinya sampai tahu tentang semua ini. Danuri yang tak ingat dengan apa yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN