“Mbak Ayu, besok ikut ke pasar yo? Sama Kang Danuri.” ajak Dwi, dia sangat lama tidak ke pasar, kakangnya itu selalu menolak saat dirinya ingin ikut serta. “Nanti tanya ke Mas Danuri dulu, kalo boleh kita ke pasar besok pagi.” jawab Sekar tetap ramah seperti yang tadi, Dwi memang menyenangkan, tidak akan habis topik jika bersama dengan gadis cantik itu. “Tanya apa?” Ke duanya pun menoleh, melihat Danuri yang sudah berganti dengan surjan dengan warna yang lain dan berjalan mendekat. Dwi tersenyum, kakangnya itu selalu memesona walau memakai surjan warna apa saja. “Aaaaaaaaaa, ngalih! Ngalih / pergi!!” pekik Sekar saat Danuri semakin mendekat ke arahnya. Menutup wajahnya dengan ke dua tangannya dan berniat berlari entah ke arah mana. “Mbak Ayu?!” Dwi segera menarik tangan Sekar agar tet

