Ayam hitam

1721 Kata

Tuan Gimin ingin melihat putranya dulu malam ini sebelum pergi tidur, dia kawatir kaki putranya akan bengkak kembali karena tadi mengayuh sepeda ontel dan juga membonceng, pasti sangat lelah kaki putranya itu. “Bocah gemblung!” pekik tuan Gimin yang tahu putranya dalam posisi seperti orang bertapa dan bahkan keringat sudah memenuhi kening dan membasahi surjan yang dia kenakan, napasnya pun tersengal-sengal, sangat tahu jika putranya itu sedang berada dalam kesulitan saat ini. Tuan Gimin pun segera duduk juga di belakang putranya itu, dan berpegangan pada pundak kanan dan kiri Danuri, memejamkan mata serta merapalkan doa yang dia tahu akan membawanya ke pada sukma putranya yang berkelana nanti. 'Bruk.' Meski hanya sukma, nyatanya Danuri juga merasakan sakit saat kakinya tersandung dan ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN