'Cetarrrr. Bruk.' Kanjeng Kaseni jatuh tersimpuh saat merasakan pecutan yang membuat punggungnya seakan terbakar. Meski tidak tahu kenapa Kanjeng Ratu Kidul marah, yang kanjeng Kaseni tahu pasti ada kesalahan yang dia perbuat. “Mengopo/kenapa, Kaseni?” Kanjeng Kaseni memutar arah pandangnya untuk menemukan sosok itu, meski hanya mampu mendengar suaranya sahaja. “Mene cepoten kalunge Sekar, opo aku sing bakal nyepot sirah kuwi saka raganae (besok lepas kalung Sekar, apa aku yang melepas kepala dari tubuhnya).” “Ampun, Kanjeng Ratu. Ampun ... besok tak lepas kalung itu, aku janji, Kajeng Ratu.” memang seharusnya Danuri tidak perlu melakukan semua itu, toh beberapa hari lagi Kanjeng Ratu juga akan mengembalikan Sekar-nya, dari pada seperti ini? Bisa-bisa semuanya malah akan jadi berabe na

