Syarat?

2119 Kata

Kanjeng Kaseni menatap nyalang Danuri, “kalau sampai terjadi apa-apa sama Nduk ayuku, kalian akan pulang dengan hanya membawa nama.” ditunjuknya Danuri dengan sangat marah karena berani mempertaruhkan keselamatan putri semata wayangnya itu. “Biyung?” Kanjeng Kaseni segera menoleh, kemarahannya sirna sudah. Tubuh yang tadinya sepanas magma itu, kini mendingin dan melunglai, segera menubruk jiwa yang begitu dia rindukan itu, dan berkali-kali menciumi wajahnya entah di kening, pipi, mata, hidung, atau bahkan dagunya sekali pun. Beberapa bulir turut serta mengabsen tanda hadir menambah keharuan semakin nyata, “Nduk? Nduk ayuku?” seakan tidak percaya, kanjeng Kaseni mengulangi pelukan itu lagi dan lagi untuk merasakan kulit yang ternyata kini pun juga telah menghangat kembali. “Biyung? Sekar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN