Lamaran

1375 Kata

Saat mbok Jum bersiap untuk naik ke dalam dokar, pergerakannya menjadi terhenti saat tangan dari seorang pemuda menahannya agar berhenti sejenak untuk memaksanya berbincang dengan tidak peduli mbok Jum akan mau ataukah tidak. “Aku nunggu Mbok Jum dari tadi.” “Ada apa, Den Danuri? Kakinya sudah sehat?” tanya mbok Jum yang senang melihat den Danuri yang terlihat lebih baik dari pada saat berada di gubuk saudara Tejo waktu itu. Danuri tersenyum, “sudah baik, Mbok. Kapan Biyung-nya Sekar nikah sama pacarnya?” berita itu memanglah sudah menyebar sampai ke desa sebelah. “Tiga minggu lagi, Den. Ada apa?” tanya mbok Jum yang yakin, den Danuri menemuinya bukan karena hanya ingin menanyakan pernikahan itu saja, pasti ada hal penting sampai menunggunya di pasar hari ini. Danuri tersenyum kembali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN