Mbok Jum pulang secepat mungkin untuk menunjukkan bahwa dirinya masih setia. Meski saat ini kanjeng Kaseni sedang menyedot cerutnya di depan teras dengan pandangan yang seolah tidak melihat mbok Jum saat ini. “Kanjeng, apakah Nduk ayu sudah makan?” meski hanya berbasa-basi, setidaknya kanjeng Kaseni mau menjawab pertanyaannya itu. “Uwes/sudah. Kusuapi.” jawab kanjeng Kaseni singkat. Mbok Jum hanya tersenyum dan menangguk setelah mendengar jawaban itu. “Saya permisi ke dalam dulu, Kanjeng.” ucap mbok Jum pada kanjeng Kaseni. Kanjeng Kaseni mengangguki mbok Jum tanpa menoleh ke arahnya. Suasanya tegang memang menyelimuti rumah besar kanjeng Kaseni setelah Sekar menjadi tawanan Kanjeng Ratu Kidul, tapi rumah sederhana Gimin pun juga sama, karena pemiliknya terlalu memikirkan di mana put

