Curiga

1639 Kata

“Ngrem pon siapa? Kamu mau curi start to?” pekik Bagong dari dalam rumah besar yang mendengar percakapan samar itu dan menghentikan kanjeng Kaseni dan Sugeng yang sama-sama menertawakan obrolan mereka. “Apa to, Bagong? Kucing itu lo, kok ya bisa rem pon an, yo kan, Sugeng?” kanjeng Kaseni mengedipkan sebelah matanya ke Sugeng dan dijawab kekehan juga oleh Sugeng. “Ya sudah, besok kita ka-winnya tanggal berapa to, Kanjeng?” tanya Bagong dan mengambil duduk di tempatnya tadi, sebelum dirinya masuk ke dalam rumah besar. Kanjeng Kaseni terkekeh, “jadi, tanggal 30 bulan Besar (itu bulan ke-12 di hitungan hijaiah, kalau Masehi sama dengan Desember, Idul Adha juga bulan besar).” jawab kanjeng Kaseni, dan itu hanya kurang satu bulan empat hari lagi. “Apa jadi to ka-win sama kita berdua? Aku nd

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN