Mbok Jum ke luar dari kamar yang ditinggali den Danuri, dan tersenyum ke pemilik gubuk, “ayo, Jo. Kita pulang.” “Sudah to, Mbok?” Tejo yang sedang menikmati kopi dan ketela pohon kukus buatan saudaranya itu, segera meletakkan ketela kukus itu, dan segera menghabiskan kopinya yang masih setengah gelas. “Mangga/silakan diminum dulu kopinya, Mbok.” tawar pemilik gubuk ke mbok Jum. “Nanti kalo lama-lama, kanjeng curiga, Jo.” Mbok Jum pun segera menghabiskan kopi yang katanya miliknya itu dalam sekali teguk, karena sudah agak dingin, dan mengambil ketela kukus untuk menghormati sang pemilik gubuk. “Iya, Mak. Aku balek/pulang dulu.” ucap Tejo dan mengambil ketela yang tadi sempat dia tinggalkan sebentar itu. Segera kembali ke rumah besar adalah pilihan yang bagus karena waktu juga sudah sang

