Brug. “Ngapunten / maaf, Pak. Ngapunten.” Danuri menyatukan tangannya di da danya untuk meminta maaf ke lelaki yang ditabraknya saat ini. “Ndak apa-apa, santai saja. Ndak apa-apa.” padahal baru saja mau berbalik, dirinya malah terkejut dengan pria yang tidak sengaja menabraknya tadi. Saat pria di depannya itu mau beranjak setelah meminta maaf, “tunggu, Aden!” perintahnya saat menyadari sesuatu yang tidak beres seakan mempermainkan pemuda di depannya saat ini. “Inggih / iya, Pak? Ada apa?” tanya Danuri heran. Meski begitu dia pun akan bertanggung jawab jika memang harus mengganti rugi entah apa yang dia pun tidak tahu karena merasa hanya menabrak dengan biasa saja, alias tak terlalu keras. “Apa ... kamu sering mimpi aneh?” tebaknya langsung ke intinya, tak mau dianggap membual karena ber

