'Cetaarrrrrrr!' Bukan hanya kanjeng Kaseni, Danuri pun langsung membuka matanya dengan sempurna dan setengah melotot. “Duh Gusti / Tuhan!” dipeganginya da danya untuk menenangkan dirinya sendiri. Jantungnya bekerja sepuluh kali lebih cepat dari biasanya dan mampu membuatnya ketakutan, “mimpi apa aku tadi, Gustiiii.” sesalnya sambil menarik napas panjang dan dalam. Danuri turun dari ranjangnya, berniat mengambil minuman untuk membasahi tenggorokannya yang kekeringan, “Gustiiiiii ... .” lirihnya melihat dirinya sendiri. Celananya basah oleh cairannya, lengket dan berbau khas. Danuri tak kuasa, mimpinya sangat nyata. Segera membuka pintu kamarnya perlahan, melongokkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Setelah aman, barulah Danuri ke luar dan melesat dengan cepat ke kamar mandi. Mencuci celana

