Kobot

1743 Kata

“Itu orangnya!” sorot senter tepat mengenai Danuri. 'Kretak.' Ranting itu pun patah. Kuda memekik ikut ketakutan dengan sorot senter yang beberapa kali menyorot mata dan juga sekeliling. Danuri segera menunggangi kuda itu, dan menghentak dengan ke dua kakinya agar kuda segera berlari dengan cepat meninggalkan pekarangan milik kanjeng Kaseni. “Hia... Hia... !” pekik Danuri agar kuda itu tidak sampai berhenti. “Kejar! Kejar! Jangan biarkan dia sampai kabur!” teriakan demi teriakan seakan menakutkan. Danuri pun tetap tunggang langgang tanpa menoleh ke belakang. “Hahahahahaha.” gema tawa itu terus mengikuti Danuri seakan terbang tepat di atas kepalanya saat ini. “Hia... Hia... !” pekik Danuri lagi. “Mlayuo/larilah, Danuri! Mlayu/lari!” bentakan keras memekik seakan merobek gendang teli

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN