Gimin segera menuju ke kamar Danuri dan mengetuknya juga, “Le? Tole? Ayo bangun.” teriaknya, meski tidak terlalu keras, Gimin tetap yakin putranya pasti mendengarnya. “Le?” Gimin memilih untuk masuk ke kamar putranya itu dan mengguncang tubuh itu pelan, “Le? Tole? Ayo bangun. Le?” 'Deg.' Darah Gimin seketika membeku saat menyingkap selimut yang dikenakan Danuri untuk membangunkannya, tapi hanya menemukan seonggok guling saja yang tertutup rapi oleh selimut tebal yang biasa dia kenakan. “Duh Gustiiiiiii/Tuhan. Dwi! Tri! Dwi! Cepat ke sini! Cepat!” teriak Gimin agar anak-anaknya segera ke kamar Danuri juga. “Apa to, Romo?” kata Dwi saat mendengar teriakan romonya itu. “Ada apa to, Romo?” Tri pun juga ikut kawatir mendengar teriakan romonya yang histeris itu. “Lihat! Lihat kakangmu! Liha

