Padam

1885 Kata

“Hahahahaha.” tawa kepuasan terpancar jelas di wajah kanjeng Kaseni. Perempuan ayu itu pun segera menutup matanya rapat, ‘hong Dewi Sekar Jagat Kanjeng Ratu Kidul. Sirepno geni kuwi marang legane sukmaku si jabang bayi ne Kaseni (oh Dewi Cantik Bunganya Bumi Kanjeng Ratu Selatan. Matikanlah api itu untukku Kaseni).’ bisiknya lirih di dalam batinnya, meski begitu cukup yakin bahwa Kanjeng Ratunya itu pasti mampu mendengar permintaannya itu. “Kebakaran! Kebakaran! Ayo cari air, kebakaran!” teriak banyak warga yang menonton pergelaran wayang kulit itu. Meski hiruk pikuk begitu mengundang banyak kepanikan, bahkan Danuri dan Sekar pun juga berdiri dan ingin berlari ke pawon/dapur, tetap saja banyak pekerja dari kanjeng Kaseni menghalanginya karena sangat menjaga keselamatan Ndoro ayunya itu,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN