Berbeda

1051 Kata

"Oh ya. kemarin pesawat mama dan papa delay." ucap Miko. Jemari tangannya mengusap lembut rambut Ana. Tatapan matanya terlihat begitu tulus. "Iya.. aku paham. Mereka pasti sibuk dengam kerjaannya. tidak pernah perdulikan aku." kata Ana. Dia menghela napasnya. Mendengar kabar itu. Hatinya merasa sangat sedih. "Sudahlah! Jangan berpikir seperti itu lagi. Aku yakin, jika Mama, oala pasti sangat khawatir dnegan keadaan kamu." Ana menatap ke arah Miko. Dia memincingkan salah satu matanya. Lalu, menghenduskan napasnya kesal. "Jika memang mereka sayang. mereka harusnya datang lebih cepat." pekik Ana. Miko hanya tersenyum dia mengambil makanan yang sudah dia siapkan di atas meja. "Sudah, lupakan semuanya." kata Miko. "Dari pada jadi beban pikiran kamu." lanjutnya. "Sekarang kamu makan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN