"Apa yang ingin papa bicarakan padaku?" tanya Miko. Kedua mata itu mulai terlihat serius. Dan, begitu juga papanya.Bukannya terlihat marah. Saat dia tahu hubungan kakak beradik itu saat terkena skandal. Mereka hanya salah tempat. Salah lokasi. Dan, salah jalan saja. Dengan mengambil keputusan yang terbaik baginya. Tapi, papanya juga sangat datar. Dia terlihat sangat baik. Tanpa membedakan apapun yang terjadi. Papa Miko, dia menarik napasnya dalam-dalam. Menahannya lalu mengeluarkan secara perlahan. Merasa sudah sedikit tenang dan tidak terbawa emosi jika harus menghadapi semua anak-anaknya saat ini. Lelaki paruh baya itu menggeser tubuhnya untuk duduk dengan posisi senyaman mungkin. "Apa sebenar ya yang kamu rasakan tentang Ana?" tanya papanya. Deg! Jantung Miko seketika berhenti

