Bagian Tiga Puluh Dua

961 Kata

*** Usai dibangunkan oleh telepon dari Tamara, Abyan kelabakan. Beringsut dari sofa dengan perasaan kaget sekaligus panik, dia pergi mencuci muka sebelum kemudian bergegas pulang. Tanpa mengecek kondisi Gevania, Abyan kembali ke unitnya, dan di sana dia disambut sang istri di ruang tengah. Masih mengenakan piyama, wajah bantal terlihat kentara—membuat Abyan berpikiran jika Tamara belum lama terbangun. "Hai," sapa Abyan. "Maaf bikin kamu panik. Mau bangunin, enggak tega. Jadi aku pergi sendiri." "Enggak apa-apa," ucap Tamara. Abyan tersenyum. Dalam hati, dia merutuki dirinya sendiri yang terpaksa berbohong lagi pada Tamara. Namun, selain melakukan hal tersebut, dia tidak punya cara lain karena Tamara akan sangat marah jika tahu dirinya tidur di apartemen Gevania. "Aku mandi dulu ya,"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN