Perempuan Simpanan si Pemilik Hati

1077 Kata

"Zashi, tolong dengarkan saya." Altezza meraih siku perempuan yang melangkah lebih cepat darinya. "Pak, maaf. Lepasin saya. Kita lagi di muka umum dan saya enggak mau orang lihat kita seperti ini, Pak." Zashi menegaskan dengan wajah tertunduk, memperhatikan jemari Altezza yang mencengkeram lengannya. "Lagian ini masih sore. Saya enggak mau ada orang yang memergoki Bapak ada di apartemen bareng saya." Lagi-lagi Zashi menegaskan, tapi kali ini tatapannya tajam tertuju pada kedua netra Altezza. "Kamu marah sama saya? Kamu marah karena istri saya ke restoran dan ...." Altezza tidak tahu harus mulai bicara dari mana. Zashi tertawa kecil. "Marah? Apa hak saya buat marah? Justru saya yang memang seharusnya tahu diri. Istri Bapak berhak marah karena saya dengan sengaja telepon Bapak malem-ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN