"Apa yang kamu lakukan ke Vey?" Pertanyaan itu membuat Kenan menghentikan gerak tangannya yang hendak membuka pintu mobil. Dia menoleh dan mendapati Rey berdiri di belakang mobilnya. "Enggak ada urusannya sama Om." Kenan membalas cepat dan tepat. Dia sengaja ingin melihat bagaimana reaksi Rey. Senyumnya sedikit miring, seolah menunjukkan kepada Rey bahwa dialah sang pemenang. Rey mendecak. "Rasanya enggak mungkin kalau Vey enggak kamu apa-apain. Saya tahu betul kalau Vey enggak pernah suka sama kamu." Kenan pun melangkah mendekati Rey. Dengan berani dia menatap mata Rey yang sedari tadi tidak mengalihkan pandangan darinya. "Terus aku harus jawab apa? Apa aku harus bilang kalau aku sengaja santet Vey biar mau sama aku?" Kenan menggeleng-gelengkan kepala. "Aku enggak segila itu, Om."

