“Loh, Nyonya enggak kerja?” Nia baru saja memasuki kamar Vey, hendak beres-beres di sana dan terkejut melihat keberadaan Valerie yang terduduk di bangku sisi jendela, bangku yang biasa diduduki Vey ketika sedang merasa sedih dan kesepian tanpa orang tua di rumah. Wanita itu sedang merenung, mengingat-ingat momen membahagiakan apa saja yang sudah dia jalani bersama keluarga kecilnya. Valerie menghela napas panjang sebelum membalas ucapan Nia. “Enggak tahu, Bi. Rasanya masih pengen di sini,” ujar Valerie yang masih melayangkan pandang keluar jendela. “Kaget saya, Nya. Tadi saya pikir Non Vey. Soalnya Non Vey suka banget duduk di situ. Tapi kan Non Vey udah berangkat ke vila tadi.” Nia bisa merasakan kesedihan Valerie. Sebagai seorang Ibu yang memang seharusnya bertanggung jawab untuk men

