53. Ego Moza Berbisik

1563 Kata

“Are you okay?” “Me? Of course I'm not.” “So, let him go.” “I cant.” Obrolan dalam itu sudah rutin terjadi, hampir berjalan selama lima bulan. Dengan kalimat pembuka yang sama, walau kadang kala jawaban yang diberikan berbeda di setiap pertemua mereka. Harum ruangan yang didominasi oleh warna putih dengan koleksi furniture berbahan dasar kayu jati mahal itu menyeruakkan aroma buah stroberi segar. Persis shampoo kebanyakan perempuan. Terdapat dua kursi berbahan dasar kayu jati yang terdapat di tengah ruangan, dibatasi oleh meja kecil yang diisi dengan dua cangkir chamomile tea. “Apapun cerita kamu, aku udah janji bakal selalu dengerin kamu, kan?” Pria berkemeja hijau army tersebut kembali berbicara. Berharap dirinya dapat menenangkan sosok wanita di seberangnya. “Aku selalu berusaha ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN