Abi memandang sosok wanita yang masih bergulung di sampingnya. Tubuh mungil yang ditutupi selimut kuning itu terlihat erat memeluk guling. Nyenyak sekali. Bahkan ketika Abi bergerak untuk turun dari tempat tidur, Renat merasa tidak terganggu sama sekali. Tawa ringan Abi terbit, kepalanya geleng-geleng karena gemas hanya dengan melihat istri yang sedang tertidur. Abi melirik dinding dimana jam berada, masih pukul tiga dan tentu saja pria itu tengah dihantui oleh kantuk dan tempat tidur empuk. Tapi bertumpuk dokumen yang harus dipelajari tengah menunggu, sebab besok akan ada beberapa meeting yang harus ia datangi---mengingat Abi sudah lama tidak masuk. Belum lagi keharusan Abi untuk mendatangi pabrik. Pria itu keluar dari kamar tidur dengan sambil membuka lipatan laptop di atas tangannya.

