51 [b]. Ngobrol Cantik

1475 Kata

“SUAMIKU PULANG!!!” Renat berteriak semangat layaknya pejuang kemerdekaan sambil melemparkan diri dalam pelukan Abi. Tangan Abi mau tidak mau harus sigap memeluk tubuh istrinya itu. Setelah sekian lama, akhirnya Abi dapat mencium lagi harum sabun yang menguar dari tubuh Renat. Diberikannya pelukan erat, sembari mengusap punggung Renat dengan lembut. “Sayang,” panggil Abi pelan dan Renat makin tersedu. Abi tersenyum penuh rasa bersalah, tidak bersuara dan masih setia menggendong tubuh Renat yang ia pikir sedikit bertambah berat dari terakhir kali ia menggendong wanita itu. “Kamu makannya nambah, ya?” Renat mendongak, menampakkan wajahnya yang basah karena air mata. Bibir merah mudanya mencibir, membuat Abi yang melihat sontak tersenyum dan langsung mencuri ciuman dari sana. “Kamu!” kata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN