51 [a]. Akhirnya Renat Senyum

1656 Kata

“Assalamualaikum.” Sudah salam kelima namun belum ada satu jawaban pun yang diterima oleh pria berkaus merah bata yang sejak tiga menit lalu berdiri di depan rumah bergaya semi modern-tradisional Korea. Lampu jalanan yang menyebarkan warna kuning kian temaram menandakan malam semakin gelap. Pria itu tidak berhenti, ia kembali menekan bel dekat pagar dan meneriakkan salam. Gemerisik suara audio yang berada dekat bel terdengar, pertanda seorang sudah menanggapi bunyi bel dari dalam rumah. “Abi?” tanya seseorang dari dalam, terdengar nada keterkejutan dalam suara tersebut. Abi, dengan segala kekhawatiran dalam dirinya akhirnya bisa lega. Walau sedikit kecewa karena bukan Renat yang menjawab bel. Abi berusaha positif, mungkin istrinya sedang tidur. “Abi, kok nggak jawab? Beneran kamu, kan?”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN