Renat menatap truk-truk besar yang baru saja tiba di rumahnya. Wanita itu teramat bahagia karena Abi akhirnya mau mengikuti keinginannya untuk pindah. Sejak semalam, mereka sudah menginap di sini, hanya barang-barang saja yang memang sengaja menyusul. Furniture mereka tidak banyak apabila dihitung persatuan, yang membuatnya pindahan ini menjadi repot karena ukuran furniture yang tidak bisa dikatakan kecil atau lumayan. Renat menatap sosok pria yang turun dari salah satu truk. Bentuk wajahnya bulat, dengan topi putih yang menutupi kepala. Kemeja biru dan celana kain membuat tubuh gempal pria itu terlihat lebih rapi daripada beberapa karyawannya yang tampak santai dengan jeans dan kaus oblong. Tingginya hanya mencapai leher Renat, serta raut wajah yang terkesan ramah dengan mulut yang mudah

