Pukul lima pagi! Dimana Renat terlihat membawa nampan berisi dua gelas jus segar dan tiga buah burger karyanya sendiri. Ia berjalan menuju kamar di lantai dua dengan semangat. Meski perutnya kian membesar, dan Renat kerap kelelahan di beberapa situasi, tetapi ia menyukai aura hari ini. Akan sangat sia-sia apabila wanita itu tidak memanfaatkan situasi dengan baik. Terlebih, mereka akan segera berangkat meninggalkan rumah pukul enam nanti untuk menuju puncak. Meninggalkan Jakarta yang tengah sibuk tampaknya memang pilihan baik. Renat mendorong pelan pintu kamar, disambut dengan wallpaper lembut warna biru langit dan kuatnya warna biru laut. Abi sedang sibuk merakit keranjang tidur bayi mereka, sesekali mengusap rambut dengan wajah serius. Renat tersenyum sembari mendekat, mencium bagian bel

