Tubuh Renat masih ditutupi selimut hangat ketika mereka keluar dari mobil. Setelah menempuh perjalanan kurang dari tiga jam lamanya, mereka akhirnya tiba di salah satu villa dimana acara Khalil dan Fayi diadakan. Hanya mengundang rekan-rekan terdekat, mengingat ketika resepsi kemarin mereka begitu formal dengan mengundang banyak sekali tamu. Renat merapatkan pelukan selimut di tubuhnya, berjalan lebih dulu sementara Abi dan Riko masih asik mengobrol di belakangnya. Renat menyalakan ponsel, melihat ada beberapa pesan baru yang masuk dari mamanya. Renat membaca sebentar, lantas dengan cepat memberikan balasan atau sang mama akan cerewet dan berujung menelepon Renat berulang kali sampai Renat kesal sendiri. “Renata!!!” Panggilan semangat itu datang dari arah kanan. Renat menoleh, senyum leb

