45. Hormon Bumil

1262 Kata

Renat menyudahi pekerjaannya sore itu. Ditatapnya jam puith di pergelangan tangan, kemudian mengecek ponsel apakah ada pesan atau tidak. Renat merenggangkan tubuh, menghilangkan tegang yang mengikatnya seharian ini. Entah bagaimana bisa hari ini berjalan suntuk untuk Renat. Ia tidak berniat melakukan apapun bahkan sekedar untuk berbicara dengan rekan kerja yang lain, kecuali Zuri. Panjang umur, Zuri tiba-tiba muncul di belakang Renat dengan tangan membawa tas. Renat langsung membereskan barang-barangnya, dia tidak ingin Zuri menunggu lama. Siap dengan itu, Renat mengambil tas miliknya, lalu berjalan bersama Zuri keluar dari ruang kerja mereka. "Gimana, Re?" tanya Zuri ketika Renat sedang menunduk menatap ponselnya yang sepi. "Apa?" Renat balik bertanya kebingungan. Untuk pertama kaliny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN