46. Keluarga Abi

2763 Kata

Abi akhirnya dapat menghela napas lega saat mendengar pengumuman bahwa pesawatnya berhasil landas di Bandara Internasional Pearson, Toronto. Setelah menempuh perjalanan satu harian tanpa berkomunikasi dengan Renat, Abi sadar seberapa besar kerinduannya pada wanita itu. Abi melirik jam pada ponsel, sesekali menghela napas karena benda pipih itu tiba-tiba bermasalah. Disaat seharusnya Abi bisa menggunakan wifi pesawat, tapi malah tidak dapat tersambung ke ponselnya. Ia bisa saja meminjam ponsel kedua orangtuanya, namun tidak enak mengganggu tidur keduanya. Toh, Abi pikir Renat pasti akan mengerti dan bersabar sampai Abi memberikan bagaimana kabarnya. Abi mengemasi ransel yang hanya berisikan benda-benda penting. Di sebelahnya, Nadine dan Aldric juga sedang bersiap-siap. Abi mengintip benda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN