44 [a]. Bahagianya Sederhana

2011 Kata

Renat disambut ramai oleh teman-teman di ruangannya yang juga ikut bahagia kala tahu tentang kabar kehamilannya. Zuri yang terlihat paling berseri langsung saja memeluk Renat tanpa permisi. Kalau tidak sadar, Renat sudah pasti akan terjatuh akibat ulah Zuri. “Ri, pelan-pelan, dong!” peringat Riko sembari melotot. “Ponakan kita semua ntar kenapa-napa karna lo nya kayak kingkong main nyungsep meluk-meluk.” Zuri meringis, lupa pada calon keponakan di perut Renat sangking bahagianya ia. Bayangkan saja, setelah sekian lama sering melihat wajah stress Renat akibat rumah tangganya yang sering diganggu, Zuri akhirnya menerima kabar gembira ini dan berharap pengganggu tersebut dapat sadar dan menjauh perlahan. “Kalian semua, kalau mau pelukan sama Renat pelan-pelan, ya.” Zuri tersenyum, namun ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN