Gelak tawa di dalam restoran Jepang sedang meriah-meriahnya. Riko yang menjadi sorotan utama berhasil mengalahkan posisi Renat yang seharusnya sedang menjadi topik hangat. Banyaknya kata-kata yang terlempar membuat Riko hanya mampu geleng kepala. Ia sudah kelelahan menampung ejekan dan tidak punya kekuatan untuk melawan. Renat yang duduk di kursi utama di ujung meja tidak berhenti tertawa sejak tadi. Berulang-ulang Renat mengelus perut, berharap anaknya tidak akan menuruni sifat buruk yang satu ini. Pipinya sudah tegang, tidak tahu bagaimana cara untuk memberhentikan gelegar tawa. Untung saja Riko berbaik hati, atau mulut Renat mungkin sudah disumpalnya dengan tempura. "Kalian semua denger, ya, mulai tahun depan gue bakalan nikah!" Lagi-lagi tawa terpecah. Mana mungkin ada yang percaya

