"Kamu masih sering kontakan sama Moza?" Abi yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung terpaku karena ditembak oleh pertanyaan tersebut. Dengan handuk putih yang melilit dari pinggang ke bawah, badan Abi jelas belum kering semua. Renat benar-benar melatih kesehatan jantung Abi. Baru saja menyengarkan badan dan pikiran dari nama Moza, sang istri lagi-lagi menyebutnya. Bukannya menjawab, Abi malah mempertahankan diamnya kemudian lanjut berjalan menuju lemari. Pria itu membuka salah satu bagian untuk melihat bajunya. Kumpulan baju-baju lama yang sudah jarang terpakai dan Abi mengambil salah satu diantaranya. Kaus oblong warna hitam dan celana tidur panjang dengan warna senada. "A?" panggil Renat lagi dan Abi hanya menoleh dengan tatapan tidak terbaca. Tampaknya tidak berniat memberika

