44 [d]. Labil Banget, sih, Re!

1347 Kata

Abi menuruni anak tangga satu per satu menuju lantai pertama. Sampai Abi menyelesaikan salat magribnya, ia tidak merasakan tanda-tanda keberadaan Renat. Suara gelak tawa terdengar meriah ketika Abi tiba di anak tangga terakhir. Ia menyisir wajah-wajah dari sepupu-sepupunya dan berharap menemukan salah satu wujud Renat. "Ma, itu apa?" Abi menoleh, ketika suara khas yang sudah menjadi candu baginya terdengar. Renat ternyata tengah duduk di salah satu kursi sambil memperhatikan beberapa kue kering yang Nadine bikin seharian tadi. Sembari berjalan menuju Renat dan Nadine, Abi memperhatikan penampilan Renat yang sudah berganti. Bajunya sudah berganti dengan celana kulot warna merah maroon kemudian atasan kaus warna hitam polos persis seperti yang Abi pakai. Tanpa suara, Abi mengambil tempat t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN