Tap! Tap! Tap! Bunyi telapak sepatu pantofel yang dipakai oleh Bara terdengar nyaring ketika beradu dengan lantai gelap mengkilap tempat ia berpijak. Matanya sesekali melirik ke kiri dan ke kanan untuk memastikan seseorang di belakang tetap berjalan mengikutinya. Sudut mata Bara memang cukup menangkap banyak hal. Hanya dari lirikan, Bara mampu menggambarkan situasi di sekitar dalam kepalanya. Sedang ujung dari ibu jari dan telunjuk milik pria berkemeja biru itu saling bergesekan, pertanda bahwa otak dalam kepalanya tengah bekerja dan membuktikan bahwa rangka tengkorak itu bukan hanya sekedar hiasan. Waktu memang bergerak menuju ujung hari, lima belas menit lagi seluruh pegawai terbebas dari pekerjaan mereka termasuk Bara selaku seorang yang paling dibutuhkan Abi dalam pekerjaan. Walau po

