Awalnya rencana Arisha adalah menempatkan ayahnya di ruangan yang sama dengan ibunya. Namun sadarnya sang ibu dari koma membuat Arisha terpaksa mengubah rencana awalnya. Setelah Cantika dipindahkan ke kamar rawat lainnya, kini Rayhanlah yang menempati ruang rawat khusus di lantai dua itu. Satu hal lainnya yang kemudian disadari oleh Arisha adalah, betapa kuatnya persahabatan antara ayahnya dan dokter Asykar. Meskipun dokter senior itu hanya tersenyum tipis, Arisha yang sudah sangat terbiasa untuk selalu memperhatikan ekspresi orang dapat menangkap kesedihan di balik senyum sang dokter. Kesedihan yang biasanya hanya dapat diperlihatkan khusus untuk keluarga terdekat. Meninggalkan ayahya bersama dkter Asykar, Arisha bergegas beranjak menuju ruang rawat ibunya. Dan sudah satu minggu

