Bab 44

866 Kata

Meninggalkan sang ibu bersama ayahnya yang baru saja sadar, Arisha kini berada di ruangan dokter Asykar berdua bersama Harlan.   “Bagaimana perasaanmu sekarang?”   Arisha hanya mengendikkan bahu. Satu hal yang sebenarnya ia berusaha hindari adalah berdekatan dengan Harlan, dan entah atas alasan apa, dokter Asykar  justeru memintanya untuk menunggu beliau bersama Harlan.   “Sepertinya kamu akhir-akhir ini menghindar dari saya ya?”   “Eh?” Arisha tersentak dengan pertanyaan Harlan. “Kenapa kamu mikirnya begitu?”   “Kamu merasa nggak nyaman dekat saya?” bukannya menjawab, Harlan mengajukan pertanyaan lainnya.   “Biasa aja,” jawab Arisha menyadari bahwa Harlan pasti akan terus bertanya tentang perubahan sikapnya belakangan ini.   “Terus kenapa sekarang ....” Harlan tak jadi m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN