Bab 42

1148 Kata

Pagi itu, Mbok Siti dan Mang Kosim tampak sibuk merapikan satu-satunya kamar yang belum dipakai. Sementara itu di dapur tampak  Bibi Ros, Melati , dan Cempaka sedang sibuk menyiapkan aneka masakan. Arisha yang baru saja keluar dari kamar dari kamar tampak terlihat berseri-seri.    “Makasih ya , Bi, udah mau repot pagi- pagi udah datang ke sini.” Arisha menhampiri ketiga pengasuhnya.   “Ah, masa Cuma diminta datang aja, kita nggak mau, Neng.  Apa sih yang nggak buat Nng Lit ....” Bibi Mel tak jadi melanjutkan omongan karena disikut oleh Bibi Cempaka.   “Ssst. Hati – hati ngomong teh. Jangan kebablasan,” tegur Bibi Cempaka.   Bibi Melati pun sontak menutup mulut dengan kedua telapak tangannya. “Lupa Neng,” katanya sambil nyengir yang malah membuat Arisha tertawa.   Tawa yang me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN