Deburan ombak terdengar merdu di telinga Jelita. Ia tengah berjalan-jalan sendirian di pinggir pantai. Shawl merah muda ia sampirkan di bahunya menghalau sejuknya angin yang berembus. Langkahnya berhenti di depan sebuah kursi pantai. Sekali lagi ia menatap lau yang nampak tidak tenang malam itu. “Finally I found you.” Sebuah suara memech keheningan yang sedang Jelita nikmati Jelita tersenyum mendengar suara itu. Ia membalikkan badan lalu mengangkat topi lebar yang ia kenakan. Gadis di hadapannya terdiam. Lalu memeluk tiba-tiba. “We thought we lost you, Sis. Thanks God you still alive.” Jelita memeluk Nana erat. ###### “Bagaimana bisa kamu sampai di sini?” “Pertolongan seorang teman.” Jelita menganggukkan kepala berterima kasih kepada pelayan yan

