Bab 29

1040 Kata

“Kamu perlu rencana matang. Nggak bisa sembarangan, “ kata Harlan ketika Jelita mengungkapkan keinginannya untuk keluar dari rumah sakit.   “Aku memang sedang merencanakan sesuatu. Dan yang pasti aku butuh bantuan kamu.” Jelita sedang duduk bersandar di atas ranjangnya. “Tapi sebelum itu kumohon hubungi Delish Bakery. Aku butuh mereka.”   Harlan menganggutiga hari k mengerti. Ia segera bergegas keluar ruangan, tetapi langkahnya sempat tethenti ketika Jelita bertanya, “Apa kau tahu dimana gelang yang kukenakan ketika kebakaran?”   “Ada apa dengan gelang itu?”   “Kalo kau sempat menyimpannya, tolong ambil fotonya, dan sebarkan di media sosialmu. Berikan caption ‘Mimpi para puteri adalah sebuah takdir’. Kalo ada yang menghubungimu cukup beritahu saja kamar ruang rawatku. Boleh?”   H

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN