POV RICHARD Di perjalanan aku tidak berhenti memaki bodyguardku yang mengemudi mobil dengan lambat. Dave harus segera di bawa ke rumah sakit, aku tidak bisa membiarkannya menahan kesakitan karena peluru itu masih bersarang di lengannya. "Kenapa kau lamban sekali? Cepat lajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi," desakku menoleh ke arah Dave yang tertawa dengam reaksiku yang berlebihan. "Aku tidak apa-apa, Tuan. Aku hanya tertembak di lengan bukan di jantung. Kenapa anda panik seperti ini?" dia masih saja tertawa dalam keadaan sakit. Aku tidak habis pikir memiliki teman yang tak berotak seperti Dave. Dia menganggap ini masalah kecil, padahal bisa saja ia mati jika aku lebih mementingkan egoku tadi untuk tidak memberikan penawar racun itu. "Bagaimana tidak panik, nyawamu hampir saja mela

