Tertembak

1598 Kata

POV RICHARD Mataku menangkap sosok jangkung Dave di balik pintu sambil membawa kantongan. Sudah kuduga pria itu yang datang. Dia buru-buru menghampiriku memasang wajah suntuk. "Ini pesanan anda, Tuan," seru Dave sambil membuka kantong kresek dan menghidangkan Cheese burger yang terlihat lezat. "Perutku terasa terlilit menunggumu berjam-jam. Kemana saja kau Dave?" aku bergurau ingin melihat ekspresinya. "Tuan baru saja menyuruhku sepuluh menit yang lalu dan aku membawanya secepat mungkin sesuai kemampuanku." Dave mengerutkan keningnya menatap bingung. Aku tersenyum simpul mengerjai pria itu. Sebenarnya, Dave berkata benar dia baru saja pergi keluar tapi aku yang tidak bisa menunggu menganggap hitungan satu menit adalah satu jam. Lucu memang karena aku benci menunggu. Semua keinginank

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN